facebook
twitter
logotype
img1
img2
img3

LOMBA PRAMUKA DALAM RANGKA HUT KE-65 KAVAD

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kaveleri TNI AD ke-65 2015,anggota pramuka tingkat Penggalang dan Penegak mulai dari 31 Januari - 1 Februari 2015 mengikuti lomba kepramukaan yang dipusatkan di Pusat Pendidikan Kaveleri (Pusdikkav) TNI AD, Jalan Letkol GA Manulang Purabaya Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.Lomba tersebut dibuka oleh Danpusdikkav dan ditutup oleh Danpussenkav. Para peserta ini berasal dari priyangan barat dan timur.” Salah satu tujuan digelarnya kegiatan ini, ialah untuk memberi gambaran kepada para peserta bahwa Kaveleri TNI AD merupakan milik masyarakat dan anggota pramuka juga, dan ini patut mereka banggakan, sehingga dapat menjadikan mereka sebagai insan yang berakhlak mulia dan cinta tanah air. Pada kegiatan tersebut, tingkat Penggalang mendapat 16 materi lomba dan Penegak 12 materi lomba.” Yang sedikit membedakan dari semua materi lomba yang diberikan, di tingkat penegak, panitia memberikan materi mengenai navigasi darat, kompas, dan seragam pramuka. Komandan Pusdikkav, sangat antusias dengan penyelenggaraan kegiatan lomba kepramukaan ini dan turut membantu memfasilitasi segala sarananya.

 

 

Kwarcab Kota Bandung menyatakan,”tempat pendidikan militer ini cukup bagus, bisa sebagai alternatif kegiatan kepramukaan terutama bagi penggalang dan penegak.” Walau jaraknya sedikit jauh dari pusat Kota Bandung, suasana tempat pendidikan militer ini, sangat nyaman terutama untuk kegiatan kepramukaan serta bisa menjadi orientasi karier terutama bagi anggota pramuka di golongan penegak yang ingin melanjutkan menjadi anggota TNI.

 

 

PENYULUHAN PENANAMAN PADI SISTEM S.R.I
 

 

 

Selasa 6 Januari 2015 Pusdikkav bekerjasama dengan IPB (Institut Pertanian Bogor) telah melakanakan acara penyuluhan penanaman padi dengan system S.R.I. kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh anggota Militer, PNS beserta para Petani di lingkungan Pusdikkav, yang bertempat di Gedung S3 Pusdikkav.

Inti dari penyuluhan tersebut untuk memberikan penjelasan yang benar tentang penanaman padi dengan system S.R.I.  

 

S.R.I. (System of Rice Intensification) adalah teknik budidaya padi yang mampu meningkatkan produktivitas padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air, dan unsur hara. Metode S.R.I. ini terbukti telah berhasil meningkatkan produktivitas padi sebesar 50 % bahkan di beberapa tempat mencapai lebih dari 100 %.Teknik S.R.I. ini telah berkembang di 36 negara antara lain Indonesia, Kamboja, Laos, Thailand, Vietnam, Bangladesh, Cina, Nepal, Srilanka, Gambia, Madagaskar dan lainnya. Dalam budidaya padi metode S.R.I. ini ada beberapa prinsip yang menjadi ketentuan, yaitu :

  • Tanam bibit muda berusia kurang dari 12 hari setelah sebar (hss) ketika bibit masih berdaun 2 helai.
  • Tanam bibit satu lubang satu batang dengan jarak tanam biasa 25 Cm x 25 Cm, 30 Cm x 30 Cm atau legowo 2.
  • Pindah tanam harus hati-hati karena batang masih lemah dan akar tidak putus dan ditanam tidak dalam.
  • Pemberian air maksimal 2 Cm dengan cara intermitten (berselang).
  • Penyiangan sejak awal pada umur 10 hari dan diulang sampai 3 kali dengan interval 10 harian.
  • Upayakan menggunakan pupuk organik.

Kelebihan S.R.I. Dibandingkan dengan tanam padi cara biasa (konvensional) adalah :

  • Tanaman hemat air.
  • Hemat biaya benih.
  • Hemat waktu karena panen lebih awal.
  • Produksi bisa meningkat. 

Danpusdikkav mengatakan ketahanan pangan, khususnya beras, sangat penting dalam rangka meningkatkan stabilitas keamanan nasional, karena beras saat ini masih menjadi kebutuhan dasar manusia yang paling utama. “Ketahanan pangan menjadi penting karena sangat berpengaruh terhadap peningkatan stabilitas keamanan nasional. Karena konsumsi beras kita masih cukup tinggi, maka tidak ada jalan lain kecuali menempatkan sektor pertanian menjadi skala prioritas.

 

 

KARYA BAKTI PUSDIKKAV

 

 

 

Pada hari Kamis (22 Januari 2015) Dalam Rangka menyambut HUT KE 65 KAVAD Prajurit Pusdikkav besama warga Desa Padalarang melaksanakan karya bakti  di Desa Padalarang,Kec.Padalarang KBB.Prajurit Pusdikkav bersama warga sekitar bergotong royong mengeruk lumpur dan membersihkan sampah sungai sepanjang 1000 meter.

Komandan Satuan Pendidikan Perwira  Mayor Kav Eko Saptono dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa karya bhakti ini merupakan perintah dari Komandan Pusat Pendidikan Kavaleri untuk melaksanakan karya bhakti yang dipusatkan di Desa Padalarang, selain itu juga sebagai wujud kemanunggalan TNI dengan Rakyat, Pusdikkav bersama masyarakat setempat membersikan sungai ini untuk mengantisipasi meluapnya sungai tersebut ke jalan Raya, karena sungai yang terletak ditengah  pemukiman warga Desa Padalarang ini dipenuhi sampah dan endapan lumpur sehingga dapat menghambat aliran air jika waktu hujan.

Karya bhakti yang melibatkan 50 Prajurit Pusdikkav tersebut di bantu masyarakat setempat sebanyak 115 orang sudah sering dilakukan didaerah ini dengan harapan setelah dilaksanakan Karya bakti ini warga sekitar mempunyai kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan.

 

PELAPORAN KORPS PERWIRA  YANG ALIH TUGAS
 
 

Selasa 9 Desember 2014, pukul 13.00 WIB dilaksanakan acara pelaporan korps Perwira alih tugas yang dilaksanakan di gedung Serbaguna Soesilo Soedarman (S3), dalam kegiatan tersebut sebagai pimpinan acara Danpusdikkav Kolonel Kav Achmad Riad, S.Ip, hadir dalam acara tersebut para Perwira, Bintara, Tamtama, PNS, pengurus Persit KCK ranting 6 Pusdikkav.

                                                                                                                                  

Adapun Perwira yang alih tugas :

1.         Letkol Kav Rayen Obersyl sebagai Kainfolahta Kodam XVI/Ptm

2.         Mayor Kav Joni Hariadi sebagai PS Katim Gumil/Tih Pusdikkav Pussenkav

3.         Mayor Kav Solikhin sebagai PS. Kadep Tive Pusdikkav Pussenkav

 

Dalam sambutannya Danpusdikkav selaku pimpinan acara menyampaikan Mutasi personel di lingkugan TNI AD merupakan hal yang wajar sebagai bentuk realisasi dari kebijakan pimpinan TNI AD dan dalam rangka regenerasi dan tuntutan kebutuhan organisasi serta pembinaan personel guna peningkatan karier yang tidak terpisah dari mekanisme kerja institusi untuk mendukung tugas pokok.
 
 
#SIMIN#